Perjalanan Asam Manis 2014-ku

Tssaah..

Tinggal menghitung hari lagi, kalender 2014 di pojok dinding ruang tamu akan berganti menjadi kalender 2015. Hmmm, kalo aku pikir-pikir, kenapa waktu berlalu dengan begitu cepat ya ? Atau, ini hanya pikiran aku saja ?.
misteridigital.wordpress.com
Fenomena dan isu yang tak terbukti bahwa kiamat sudah dekat udah lewat sekitar dua tahun yang lalu. Tapi, jika dikaitkan dengan dengan anggapanku diatas. Yaa, kiamat memang pasti sudah dekat. Karena menurut ingatanku, salah satu tanda kiamat sudah dekat yaitu waktu yang terasa begitu cepat.

Oh iya, ngomong-ngomong pergantian kalender alias pergantian tahun. Selama setahun ini rasanya gak ada hal yang WOW buat aku. Rasanya biasa aja. Mungkin, karena memang aku type orang yang lempeng-lempeng aja dalam menjalani hidup. Jadi, ngerasa gak ada apa-apa sih di tahun 2014 ini.

Walaupun , aku juga gak memungkiri bahwa di tahun 2014 ini. Asam manisnya “sesuatu”, kadang datang memberi sedikit rasa dalam perjalanan 2014-ku.

Yaa, mungkin beberapa hal di bawah ini saja yang teringat jelas moment-nya.

Pintar Masak Karena Bapak Masuk RS
Sebenarnya, ini adalah salah satu hal yang tidak patut dibanggakan. Karena yang namanya perempuan emang kudu wajib pintar masak. Tapi, beneran ! Waktu itu pas awal tahun 2014 Bapak masuk RS. Sebulan lebih beliau dirawat.

Otomatis. Aku sebagai kakak dan kebetulan libur semester, diberi amanat buat ngurus rumah dan adikku. Untung saja, aku hanya punya adik seekor. Sudah SMP pula. Jadi, gak terlalu ribet seperti urus anak bayi. ^_^))/

Nah, selama Bapak di RS inilah selain menjaga adik aku juga beralih menjadi koki. Masak nasi sih gampang, masak mie dan goreng telur apalagi ! Yang jadi masalah, saat mie dan telur sudah habis persediaannya. Belum lagi aku dan adik punya riwayat alergi jika terlalu sering makan kedua makanan itu.

Ya sudah. Buka freezer, nemu tiga ekor bandeng masih utuh dan belum dibersihkan. Aisshh, awalnya jijik dan pengen muntah karena bau. Tapi mau diapa. Berbekal pisau besar, tutupan hidung, dan suara ngorok di perut, akhirnya aku beranikan diri bereksperimen membersihkan ikan.

Ternyata, gak sulit. Cuma, itu siripnya lari kemana-mana pas dibersihkan, plus bau amis ditangan gak hilang-hilang. Belum lagi pas di goreng, minyaknya muncrat-muncrit gak karuan. >_<))/ But, pas selesai senang banget. Terlebih lagi pas makan ikan gorengnya hangat-hangat. Wuihh, nikmatnya poll ^_^))

Belajar Merawat Diri
Tahun ini, aku menginjak usia seperlima abad. Kembali keatas, bahwa aku tuh orangnya lempeng-lempeng aja dalam menjalani hidup. Tak terkecuali dalam hal merawat diri.

Tapi menginjak usia 20 tahun itu. Setiap bercermin tuh aku rasanya udah tua banget. Baby face aku mulai hilang #Abaikan. Belum lagi keadaan lingkungan sekitar yang memburuk. Bikin wajah cepat kusam, kering, dan el el.

Ya udah, tahun ini aku pun niat dan mulai belajar merawat diri. Mulai dari luluran, maskeran ala kadar yang ada di dapur, pake pelembab, pake bedak padat, dan es be.

Bikin Perpus Mini
Sebenarnya, keinginan ini sudah ada sejak lama. Rak-nya pun sudah ada. Cuma ngisi rak-nya dengan buku itu loh yang menurut aku susah. Sebenarnya, mungkin, gak susah jika aku rajin nabung. Tapi, aku orangnya susah nabung. Apalagi, uang yang ortu kasih memang pas buat untuk kebutuhan konsumsi saja. Tapi  Alhamdulillah ! Untuk tahun ini aku dapat rezeki hampir dua puluhan buku (gratis). Jadi, rak buku yang semula kosong kini terisi sedikit demi sedikit.

Mulai Nulis (Lagi)
Aku mengenal dunia menulis sejak SD. Walaupun itu hanya menulis puisi ataupun diary, bagiku menulis itu adalah sesuatu hal yang menyenangkan.

Tapi tahun kemarin aku sempat malas menulis. Biasalah, efek ikut berpuluh-puluh lomba cerpen tapi gak pernah lolos. -_-))”>

Lalu suatu hari, aku mengenal istilah Blogtour dan Giveaway. Disitulah aku mulai rajin menulis lagi. Rajin ngeluarin komentar sesuai pertanyaan si empu yang bikin blogtour dan giveaway. Ataupun, menulis postingan di blog-ku sendiri sesuai tema giveaway yang ditentukan.

Nah, hal itu semua masuk dalam “manis” kehidupan aku. Yang “asam” ?

DAPAT NILAI E
Sepanjang tahun 2014, ini nih hasil pencapaian kuliah aku yang paling “asam” >_<”! Dua semester sebelumnya, aku juga mendapatkan nilai seperti itu. Tapi aku akui, itu karena aku malas masuk dan gak sempat ikut final. Jadi wajar saja aku dapat segitu.

Tapi yang semester yang lalu. Aku lagi-lagi dapat E.

Nah, yang nilai E ini nih “asam” banget !. Gimana gak “asam”. Rajin masuk kuliah, teman gak masuk aku yang absenkan, selalu nahan pipis dan ngantuk karena tuh kelas suhu ruangannya udah kayak di film Frozen, ikut ujian, pas ujian aku yang selalu dinyontekin. Tapi dapat E >_<”!

Tapi yaa, itulah kehidupan. Kalo si Abang @ficocacola ngeumpamainnya dengan Martabak Asam Manis dalam bukunya.
Martabak Asam Manis
Penulis : Fico Fachriza
Penerbit : Bukune
Tahun Terbit : 2014
ISBN : 602-220-138-1
Jumlah Halaman : 178 hlm Halaman
SINOPSIS
“Tes, tes!”Gue ngecek mic sambil lirik-lirik malu ke penonton.“Halo nama gue Fico dan ini kali pertama gue open mic.”Penonton tepuk tangan. Wuisss…, percaya diri gue naik.Gue langsung masuk bit pertama."Menurut gue, kecap sering diremehkan. Padahal penting, loh! Kalo nggak ada kecap, bisa-bisa nasi uduk sama nasi goreng ketukar. Kasihan nasi uduk yang sudah dengki banget sama nasi goreng karena lebih dulu go international."Hening.Penonton sibuk masing-masing. Ada yang tidur, ada yang baca koran, ada yang nidurin koran, Gue udah kayak loper koran di lampu ijo.Nggak dianggep dan ditelan asap knalpot.
Seperti martabak lezat yang terbuat dari perpaduan bahan masakan, cerita Fico pun dibentuk dari banyak cerita. Telur itu seperti Fico yang lucu dan bundar. Baking powder-lah membuatnya mengembang. Taburan cokelat keju memberi rasa manis dan asin dalam hidupnya. Semua itu dicampur dan diolah menjadi ‘Martabak Asam Manis’ yang gurih-gurih enyoy.Sekarang, yuk, kita nikmati hidangan ala Fico. Bon appѐtit!
Nah, itu postingan “asam” dan “manis”nya perjalananku sepanjang 2014 ini. Kamu ?

Hujanku, Kecilku

HUJAN

Ada banyak ungkapan yang pernah aku dengar dan baca mengenai satu kata ini. Salah satunya mengenai kenangan.

Yaa, “hujan” dan “kenangan”.

Bagiku memang bukan hal aneh memang, jika banyak orang berpikiran begitu. Karena hujan adalah satu moment. And, yang namanya moment pasti ada kejadian. Entah kejadian biasa, luar biasa, atau sangat luar biasa. Aku pun yakin, di setiap hujan ada satu kenangan untuk masing-masing orang.

Tak terkecuali aku.


Usia aku sudah menginjak 20 tahun. Entah berapa kali aku bertemu dengan hujan. Sudah tak terhitung jumlah pertemuanku dengannya. Aku sendiri tak pernah menggerutuki jika dia ada. Walaupun, pernah sekali aku nyaris dibawa terbang akibat kolaborasi dahsyatnya dengan angin.

Huwaaa, kalo bicara tentang hujan. Aku selalu teringat dengan masa waktu aku kecil dulu.

Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Tapi saat itu, aku belum memiliki adik. Otomatis, aku merasa menjadi anak yang paling dimanja waktu itu. ^_^)) Hohoo

Oh iya, Bapakku seorang tentara. Beliau sangat gagah saat berangkat ke kantor dengan seragam hijau, badan tegap, dan tinggi. Aku sangat suka menungguinya pulang kantor di depan pintu. Biasanya sambil main boneka dan masak-masak. Tapi berbeda, jika hujan turun. Aku akan berganti tempat menungguinya di balik jendela ruang tamu.

Selain alasan menunggu Bapak. Betahnya aku berlama-lama di balik jendela itu yaa untuk melihat genangan air yang terkena air hujan dan membentuk lingkaran kecil lalu membesar dan menghilang, lalu berulang lagi. Aku tidak tau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ataupun Kamus Istilah, itu namanya apa. Tapi, aku nemu gambarnya.


Lihat kan, yang titik kecil lalu membesar ?

Nah, itu yang aku suka ! ^_^ Gak tau kenapa. Pokoknya, suka aja memerhatikan hal tersebut pas hujan sambil menunggu Bapak pulang.

Menurutku, hal itu cantik dan menakjubkan. Rasanya, jika fokus melihat pergerakan jatuhnya titik hujan yang membuat lingkaran besar seperti itu yaa akan membawa rasa damai dan tenang. Tapi terkadang, rasa damai dan tenang tersebut merasuk lebih dalam mengantarkanku ke zona kenyamanan. Saking nyamannya, biasanya aku tertidur di kursi ruang tamu sambil memeluk boneka Doraemonku (sekarang gak tau ada dimana dan yang ngambil siapa). Dan, tetap sambil berharap Bapak lekas pulang.

Hmmm, agak mellow yah ?. Tapi emang gitu. >_<))/

Aku tuh takutnya, Bapakku kehujanan terus sakit, dan sebagainya. Lagian, aku juga perempuan. Tingkat kekhawatiran dan perhatian tinggi itu wajar. Tapi lucunya, kalo pas Bapak udah pulang aku langsung lari ke kamar. ^_^))”> Tapi biasanya sih aku sengaja lanjutin tidur, supaya digendong masuk ke kamar.

Aisshh, agak aneh juga. Di hari Ibu ini aku malah ngomongin Bapak aku. #abaikan

Yang jelas. Aku sangat menyukai hujan. Bukan hanya karena, dia menyimpan kenangan untukku. Tapi juga yaa hujan selalu membuat aku merasa tenang. Sejuknya hembusan angin, terpaan biasan air hujan, suara hujan, dinginnya hujan, dan aroma tanah sebelum ataupun sesudah hujan, semua itu merupakan hal menyenangkan. Bahkan, seharusnya patut disyukuri, karena itu bagian fenomena alam yang indah Tuhan berikan.

Bahkan pernah, aku hampir nangis saking kesalnya. Pas urus KRS (lupa semester berapa). Udah nilai E nyelip, mau ambil satu mata kuliah opsinya gak ada, nunggu PA dari jam 9 sampe jam 12 gak nongol, bolak balik (kost-kantor PA-fakultas) jalan kaki, kaki sudah lecet karena gak pake kaos kaki >_<))!

Untung dan puji syukur. Setelah tuh urusan selesai. Eh, hujan turun. Gak deras, cuma gerimis dan ada anginnya. Sejuk dan menenangkan sekali. Dalam hati aku cuma berucap,

"Terima kasih Tuhan. Hujan yang kau turunkan sekarang sudah bisa membuatku semangat lagi"



Warna Dibalik Kokohnya Fort Rotterdam

Kota Makassar. Kota yang terkenal dengan Pantai Losari, Masjid Terapung, Pisang Ijo, dan berbagai macam kuliner nikmat lainnya.

Hayoo, siapa yang udah pernah jalan-jalan ke Makassar ^_^))?

Makassar adalah ibukota provinsi dari Sulawesi Selatan. Makassar sendiri tidak hanya terkenal dengan kekayaan kuliner dan pantai losari-nya. Tapi, destinasi wisata berbau sejarah juga ada di kota ini.

Salah satunya yang akan saya bahas disini adalah Benteng Fort Rotterdam. Benteng ini sangat mudah diakses. Jadi, kalo udah jalan-jalan di Pantai Losari, bisa mampir kesini menikmati peninggalan sejarah Kerajaan Gowa. ^_^))/


Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Benteng ini sebenarnya memiliki nama asli Benteng Ujung Pandang atau Benteng Panyyua. Tapi, saat kedatangan Belanda pada masa itu membuat perubahan besar pada Kerajaan Gowa. Dimana, perubahan besar akibat ditandatanganinya Perjanjian Bongaya yang mengharuskan Kerajaan Gowa menyerahkan benteng ini ke Belanda.


Perjanjian Bongaya tersebut (18 November 1667) ditandatanganii akibat kalahnya (menyerah) Kesultanan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddin melawan Belanda pada 1655 hingga 1669. Akibat perlawanan tersebut (Kesultanan Gowa dan Belanda), sebagian benteng ini sudah hancur tapi dibangun kembali oleh Speelman (Gubernur Jenderal yang mengomandoi pasukan Belanda saat itu). Setelah, itu, digantilah menjadi Benteng Fort Rotterdam untuk mengabadikan tempat kelahiran Speelman.

Patung Sultan Hasanuddin
(Ayam Jantan dari Timur)
Terdapat keunikan dari benteng ini, yaitu berbentuk seberti penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Bentuk ini dibuat berdasarkan filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Bentuk benteng Fort Rotterdam
Nah itulah, sejarah singkat dari Benteng Fort Rotterdam.

dok. pribadi
Untuk saat ini, benteng ini masih memiliki sudut-sudut bangunan yang masih utuh (karena udah pernah direnovasi). Terakhir kali saya mengunjungi benteng ini untuk tugas akhir sekolah (sekitar 2 tahun yang lalu). Salah satunya, aku dan teman sekelas memasuki museum La Galigo.
dok. pribadi
Di museum ini berbagai macam referensi sejarah kebesaran Gowa-Tallo (Makassar) dan beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan, baik Suku Bugis, Suku Toraja, dan Suku Mandar juga ditampilkan. Mulai dari sejarah kehidupan masa lalu suku tersebut, alat-alat penunjang aktivitas yang mereka gunakan dari masa ke masa juga ditampilkan disana.

salah satu koleksi di Museum La Galigo
(patung org yg sdah meninggal di Suku Tana Toraja)
Saya sendiri, waktu itu tertarik pada museum bagian isi kamar pribadi kerajaan Gowa. Yang dimana tempat tidur, lukisan, tempat sirih, mata uang, dan masih banyak lagi ditampilkan. Tapi sayang, dokumentasi pribadi saya sangat kurang. Kalaupun ada, kebanyakan foto sama teman-teman saja, bukan foto benda bersejarah yang saya maksudkan diatas. #Salah fokus pergi study tour ^_^))v

Bentuk bangunan benteng ini sendiri sebenarnya masih sangat kental dengan sentuhan gaya kolonial. Terlihat dari tembok-temboknya yang kokoh, dan paling gampang dilihat saat memasuki pintu masuk di benteng ini. Bentuk pintunya yang khas (menurutku) dan tembok yang banyak lubangnya (akibat tembakan peluru).

Pintu gerbang (masuk) 

Tembok benteng bagian depan yang
meninggalkan lubang karena tembakan peluru

Oh iya. Beberapa gambar sudut Benteng Fort Rotterdam yang saya ambil sebagian dari dokumentasi pribadi dan searching di google. Ini tambahan gambar sudut Fort Rotterdam yang kokoh dan tangguh.




Keren kan ?

Jika Anda berminat membuat gaya bangunan dengan penegasan yang kokoh dan klasik seperti Fort Rotterdam diatas. Ada beberapa warna cat EMCO LUX yang cocok untuk dipilih dan dicoba tentunya. 



Untuk warna yang sesuai dengan Fort Rotterdam. Bisa memilih warna cat EMCO LUX 29 atau EMCO LUX 41 untuk atap. Warna cat dinding dengan EMCO LUX 36. Sedangkan untuk pintu dan jendela, dapat menggunakan EMCO LUX 78 atau EMCO LUX 85. Menambahkan warna EMCO LUX 132 untuk tangga atau grendel-grendel pintu atau jendela juga cocok.

Sebenarnya, masih banyak warna yang bisa dikombinasikan dengan Paint EMCO LUX. Banyak pilihan, banyak pula warna baru yang bisa membuat hunian Anda menjadi berbeda jika mengaplikasikannya.

Screenshot warna diatas cuma sebagian. Silahkan, kunjungi website Mataram Paint jika ingin melihat pilihan warna yang lebih lengkap, khusus warna EMCO LUX di,

Oh iya, jangan lupa juga ya. Kunjungi benteng ini jika berada di Makassar ^_^))/

Lucky Winner's Giveaway Goodreads

Yeah, dapet satu buku (gratis) dari goodreads. Ini adalah pertama kalinya. Ikut goodreads-nya sih sudah lama, tapi ikutan giveaway disana baru-baru ini muncul niatannya. Pas aku baca postingan seseorang yang juga menang hadiah buku dari goodreads.

Biasalah, naluri nyari buku gratisan pun muncul. Ya udah, semua giveaway disana aku ikutin semua. Tapi tetap berharap, supaya gak menang yang bahasa Inggris. Kan, gak tau review-nya nanti gimana -_-))">

Oh iya, soal review goodreads. Sempat nih beberapa hari yang lalu. John Hennessy, penulis Murderous Little Darlings ngirimin pesan buat aku nulis review buat bukunya. 

Eh, padahal cuma gara-gara aku ngasih rating doang tuh di bukunya. Malah diminta review -_-))">

"Aduh mister, i don't know mereview buku berbahasa Inggris. I'm so sorry :("


Balik ke topik ^_^))/

Eh, gak disangka gak diduga. Dua hari kemarin, ada email dari goodreads lagi. Isinya aku menang novel Spora. Alhamdulillah, novel Indonesia ^_^)).


Untung aja eh, dapetnya novel Indonesia. Jadi, kalo nulis review nanti nggak susah.

Huwaa, semoga rezeki aku dapetin buku gratis tetap lancar deh tahun depan. Kalo pun gak lancar yaa setidaknya harus ada ! #MaksaBanget ^_^))/

Udah. Gitu doang sih !

Review : PROJECT X (The New Beginning of Net Detective Indonesia)


Penulis: Tim Penulis NDI

Ukuran: 14 x 21 cm
Tebal: x + 350 hlm
Penerbit: VisiMedia Pustaka
ISBN: 979-065-210-0
Price: Rp 59.000,-

“Jangan remehkan sekecil apa pun suatu kejadian, pastilah akan terhubung dengan benang merah yang bisa saja menjadi kunci pemecahan suatu kasus”

Net Detective Indonesia (NDI), adalah sebuah organisasi detektif swasta yang memiliki misi mengungkap berbagai kasus misterius yang terjadi di Indonesia. Karena kekurangan personel, mereka memutuskan untuk merekrut anggota baru.

Titik awal simpulan benang merah pertama berada di Kota Makassar. Kota yang terkenal dengan Pantai Losari dan Pisang Ijo-nya.

Badai A. Rashad, biasa dipanggil Dai. Seorang arsitek yang memiliki analisis tinggi dan hobby bahkan terinspirasi menerapkan teknik menganalisis dari bacaan fiksi populer genre detektif sepanjang masa, Sherlock Holmes. Mampu memecahkan kasus semacam penyiksaan bahkan sampai pembunuhan untuk penyaluran hasrat seksual pelaku yang membelit bos dan teman sekantornya.

Lalu, beralih ke Kota Surabaya. Stefan Valentino. Seorang murid SMP tapi banyak yang menganggapnya masih SD karena bertubuh pendek. Sedikit ceroboh, ahli dalam mengotak-atik computer, dan suka cengengesan walaupun lawan bicaranya sudah menampakkan aura marah.

Aimee Dias Vany, seorang mahasiswi jurusan bahasa di Bandung tapi berhasil mendapatkan beasiswa untuk mengeyam pendidikan di Jepang. Manis, memiliki daya analisis yang tinggi, dan untuk ukuran wanita ya menurutku dia pemberani.

Lalu, ada Harsana Loka. Sosok yang (mungkin) ganteng, pengangguran, tapi senang berkutat dengan buku, ahli logika, dan genius dalam trik matematika.

Selanjutnya, seorang mantan polisi yang membenci polisi. Gilang Wijaya. Gampang terpancing emosinya, profesi menjadi seorang tukang angkot, dan pernah merasakan hitam-kelamnya dunia kriminal. Pengalamannya yang pernah menjadi polisi memberikannya keahlian dalam penyelidikan. Tapi ada satu peristiwa yang membuatku tidak menyukai bahkan gregetan saking kesalnya dengan tokoh ini. Dia terlalu pengecut, karena tidak bertindak apa-apa atas penculikan yang terjadi di depan matanya.

Dengan berbagai karakter, kekurangan, dan keahlian khusus diatas. Mampukah mereka bekerja sama sebagai tim ?

Mampukah mereka merangkai aneka petunjuk yang berceceran yang mereka sudah tangani menjadi satu senjata untuk menguak kasus yang lebih besar di depan mata ?

***

Jangan hanya melihat , tetapi cobalah untuk mengamati”

Diatas adalah kutipan dari Sherlock Holmes yang ada dalam novel ini. Benar memang ! Karena banyak kasus sekarang yang hanya dengan melihat, kita bisa langsung final menyimpulkan suatu masalah.

Pernah nih kejadian pas aku masih SMP. Teman aku kehilangan jam tangannya. Aku sih yang dasarnya orang pendiam yaa dari tadi duduk membaca buku pelajaran aku. Tapi mendengar keributan jam hilang itu. Naluri (entah naluri detektif atau emang sok tau) aku muncullah.

Dengan tetap posisi duduk. Aku edarkan pandangan aku disetiap sudut kelas. Atas dan sudut jendela dan kusennya. Tas dan laci aku abaikan, karena teman sudah mencari aera itu. Lalu kesudut, kesudut. Dan, binggo !. Aku melihat keanehan di belakang gantungan daftar roster. Roster itu sedikit membesar dibandingkan gantungan daftar piket kebersihan disampingnya.

Ya sudah, aku jalan dan membalikkan roster itu. Benar saja, jam tangan itu ada !. Tapi sialnya. Kalian tau apa yang terjadi ?. Malah aku yang dituduh mencuri dan menyembunyikannya.

Perfecto !

Hampir sama dengan cerita detektif lainnya. Mampu mengecoh pembaca dengan ending yang tidak terduga. DItambah lagi, tokoh (calon) detektifnya nggak monoton satu usia ataupun jenis kelamin. Itu yang bikin keren.

Overall. Aku suka dengan novel detektif ini. Dulunya aku selalu beranggapan bahwa novel detektif dalam negeri itu, kurang bagus. Karena dasarnya, aku tuh menilai bahwa novel detektif itu bagus, jika saat menyelesaikan membaca dan menutup covernya pun. Isi ceritanya akan diingat terus. And, ini salah satu novel yang memenuhi penilaian aku itu. ^_^

Terlebih lagi, salah satu tokoh diatas digambarkan sebagai pencinta Sherlock Holmes. Hohoo, aku juga suka tokoh fiksi itu.

“Sherlock Holmes! Oh demi Tuhan, Anda benar-benar tidak pernah membaca salah satu kisah yang begitu menggemparkan dunia ini ?. . . . Aku heran di dunia sekarang ini masih ada yang tidak mengenal sosok Sherlock Holmes yang luar biasa itu”

Oh iya, jika aku jadi guru Bahasa Indonesia. Mungkin, aku kasih nilai 91 untuk penulisan didalamnya. Karena penggunaan huruf capital sebagai awal kalimat banyak sekali yang salah. Sempat ada beberapa paragraph (percakapan) yang font-nya gak beraturan.  Kalo typo-nya sih gak sampe lima kata kok (aku nemunya sih gitu).

Bocoran sedikit. Walaupun temanya detektif , ada sedikit bumbu cinta loh didalamnya.

Penasaran ?

Makanya, jangan lupa beli bukunya yaa ^_^))/

Yang Hilang Kini Kembali

Pagi ini seperti biasanya. Bangun dengan berdoa dan mengucap syukur dan beberapa harapan hari ini ke Tuhan. Lalu buka selimut menuju pintu kamar yang dikunci dengan tiga model kuncian (kunci biasa, kunci yang digeser-geser, dan kunci ganjalan berupa kayu kotak kecil disudut atas pintu). Lalu ke kamar mandi cuci muka dan wudhu.

Terus ? Yang Hilang Kini Kembalinya, apa ?

Begini. Karena kamar mandi kost aku langsung berhadapan wastafel cuci piring. Gak tau kenapa, pas keluar dari kamar mandi, itu sendok yang dihadapanku manggil-manggil aku. Sempat ragu juga sih. Itu kan cucian orang, masak aku bongkar-bongkar.

Tapi yaa, akhirnya aku ambil juga itu sendok. Pikir aku, kalo aku ambil satu ya nggak apa-apa. Sendok aku aja yang jumlah awalnya empat sekarang tinggal satu. Tapi pas aku cuci tuh sendok dan balik belakangnya. Eng Ing Eng, ternyata itu emang sendok akuuuu. Keliatan dari tanda cat merah yang Ibu kasih disetiap peralatan makan di rumah. 

Hihii, pantas aja. Belakangan ini aku kepikiran terus ama sendok aku yang hilang. Oh ternyata, dia ngirimin aku telepati dulu, kalau dia bakal kembali dalam waktu dekat ini.


Sempat terpikir juga sih. Ternyata yang punya nih tumpukan cucian yang ambil sendok-sendok aku. Tapi akhirnya gak jadi berburuk sangka lebih lanjut. Karena, sendok yang lainnya aku liat bukan punya aku. Mungkin waktu nyuci dulu dia gak sengaja nyuci sendok aku kali ya.

Tapi yaa, Alhamdulillah. Kamu sudah kembali pulang sendok. ^_^))

Try, Golden Ratio Face

Belakangan ini, aku merasa kalo mata aku tuh udah asimetris.. Mungkin factor karena suka pake kacamata kali ya.. Yang jelas, setiap mau foto narsis via handphone dan laptop sendiri, pasti mata aku tuh keliatannya asimetris. -_-))

Ya udah, aku coba tuh nyari artikel tentang mata asimetris di mbah google. Tapi eh, lain yang jadi niatan pencarian, lain pula yang aku Open New Tab.. :P

Pas ngetik kata kunci “mata asimetris”, aku ngeklik satu blog yang template yang dia gunakan sama dengan aku. Biasalah, template gratisan. Disitu dia bahas tentang kecantikan serta ketampanan Yoona SNSD dan personil EXO dengan cara menggunakan Golden Ratio Face.



Aku sih baru pertama kali tau istilah itu. Yaa, kurang lebih Golden Ratio Face adalah patokan atau rumus untuk mengukur dan menilai kecantikan/ketampanan yang paling sempurna dari seseorang, ini menurut aku loh ya.

Ya udah, akhirnya nyari artikel “mata asimetris” aku abaikan. Terus aku lanjut baca artikel Golden Ratio Face tersebut. Terakhir, saking penasarannya. Aku sempat download pola Golden Ratio Face tersebut dan mencobanya di foto aku.

Ini polanya.

Dan ini hasil gabungan pola Golden Ratio Face dengan foto aku.

Keliatan banget tuh pola gak muat alias gak pas dengan pipi aku. Maklum lah, pipi aku memang sedikit over. ^_^))v

Bagian dagu juga gak sampe. Kalo bagian dagu yang gak muat, ada dua alasan sih menurut aku. Pertama, difoto itukan aku lagi tersenyum, otomatis otot-otot wajah aku terangkat. Alasan kedua, yaa karena mungkin model wajah yang dikatakan cocok dengan pola Golden Ratio Face itu yaa model yang sedikit tirus kali yaa wajahnya.

Oh iya, tuh bagian mata juga gak sesuai dengan polanya. Dugaan mata aku asimetris memang benar -_-))

Sempat kepikiran juga sih gara-gara Golden Ratio Face ini. Aku kepikiran,

Apakah kecantikan memang cuma dipatok dengan sesuatu garis-garis gambar bernama Golden Ratio Face ?
Bukankah kecantikan itu relative dan setiap orang memiliki pemikiran sendiri tentang yang namanya kecantikan ?
Jika ada yang nyobain Golden Ratio Face tapi gak sesuai ma bentuk mukanya, apa orang tersebut jelek ?
Terus, jika memang Golden Ratio Face menjadi patokan cantiknya seseorang. Ajaran agama untuk senantiasa bersyukur diabaikan dong ?

Hmmm, tapi sejauh ini gak pernah ada berita tentang seseorang depresi karena bentuk wajah gak sesuai dengan Golden Ratio Face kan ?.

Itu artinya gak ada masalah.. ^_^))v

Tapi satu sih, hal yang penting terkait artikel ini. Tuhan kan selalu menyuruh kita untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang diberikan-Nya. Punya dua mata yang bisa melihat, Alhamdulillah. Punya mulut yang bisa bicara dengan jelas, Alhamdulillah. Pokoknya semua-semuanya, harus Alhamdulillah dan kita syukuri. ^_^))

Toh, pas akhirat nanti. Tuhan memasukkan hamba-Nya ke syurga atau neraka bukan karena dites wajah sesuai Golden Face Ratio kan ? :P

FUN! JAPAN

Fun! Japan ?

Buat kamu, kamu, kamu yang suka semua hal tentang Jepang. Inilah salah satu web yang cocok buat kalian.. Disini ada banyak hal (artikel) tentang Jepang. Artikelnya pun lucu-lucu.. Karena disertai gambar yang menarik dan memang LUCU >_< !!

Ini kategori Fun! Japan 

Mungkin ada yang beranggapan kategori-nya sedikit.. Hoo, itu salah ! Karena masih ada sub kategori di dalamnya. Aku sendiri, setelah register di Fun! Japan pilih kategori Tradisi, Lifestyle/Event, Otaku/Art, dan Japan Words.. 

Koq bisa dipilih ?

Ya iya, emang bisa.. Itu salah satu uniknya kali ya.. Jadi setiap kamu Login
Fun! Japan artikel yang muncul ya terkait ma kategori yang kamu pilih aja.. Aku paling senangnya sih ma Japan Words.. Bisa belajar kosakata dalam bahasa Jepang ^_^))

Pokoknya, nih salah satu web tentang Jepang yang isinya KAWAI binggo.. Disini juga banyak event atau campaign menarik yang bisa kamu ikutin.. Event & Campaign-nya gak nanggung-naggung loh.. Berhadiah berlibur ke Jepang (gratis), dapat gadget (gratis), baju tradisional Jepang (gratis), top-up pulsa sampai Rp 200 ribu (gratis), dan masih banyak lain..

Oh iya, untuk sekarang Fun! Japan lagi adain Campaign Pulsa Gratis loh.. 

Nih, beberapa teman yang pernah menangin event Fun! Japan >_<))

yang menang gadget nih >_<
ini yang menang visit Japan gratisss !
Mau, kayak teman-teman diatas ? Gak hanya dapat wawasan tentang Jepang, tapi bisa dapet hadiah juga loh..
Silahkan daftar di Fun! Japan (klik disini)


*** Cara Mendapatkan Pulsa Gratis, Pulsa Gratis, Gratis Pulsa, Web Pulsa Gratis