Review : Backpack Love

Judul : Backpack Love ( Kisah Cinta 4 Penjuru )
Penulis : Suyatna Pamungkas & F. Puspitarani
Penerbit : de TEENS, Yogyakarta
Terbit : Mei 2013
Tebal : 168 halaman

“Cinta itu tak perlu dicari, seperti keajaiban Tuhan yang datang tanpa kau ketahui, cinta akan menyapamu ketika sudah tiba waktunya.. .”

Menceritakan 4 orang remaja yang tergabung dalam band Lingua. Keempat remaja itu adalah Bryan, Gilang, Rama dan Jordy. Mereka menyandang status jomblo setelah mengalami berbagai tipe kegagalan cinta.

Review : Our Story

Judul : Our Story
Penulis : Orizuka
Penerbit : Authorized Books
Penyunting : Agatha Tristanti
Penata letak & Design Sampul : Tedy Hanggara
Foto : Chusnul Khairuddin
Terbit : 2010
ISBN : 978-602-968-94-1-9

Masa SMA.

Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah, tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.

Review : JUN!!!

Judul : JUN!!!
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit :  Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2012
ISBN : 979-228-760-8

Jadi anak baru di SMA itu nggak gampang. Apalagi buat cewek kutu buku kayak Dira. Ujung-ujungnya ya dapat teman kutu buku juga yang hobi nongkrong di perpustakaan. Tapi tiba-tiba di sekolah barunya itu dia melihat sosok yang dikenalnya berjalan keluar dari perpustakaan sambil melepas kacamata.

 “Jun! Arjuna!” Dira memanggil dengan heboh, tapi kok... ada yang beda dengan sahabatnya itu ya? Dia seperti tidak mengenali Dira dan sikapnya dingin.

Dira masih ingat ketika SMP Jun mengajaknya

Review : Cinta Emang Bego

Judul : Cinta Emang Bego
Penulis : Nikma T.S.
Penerbit : Moka Media
Terbit : April 2014
ISBN : 979-795-826-8

Kuberi tahu kamu soal Febri, cowok yang gantengnya bisa bikin artis Korea langsung ingin operasi plastik lagi. Aku tergila-gila padanya. Peduli setan sohibku naksir dia. Aku nggak peduli status gebetanku di sekolah, nggak peduli mamaku mencak-mencak, nggak peduli brownies buatanku hangus demi cinta. Bahkan ketika gebetanku diam-diam punya rahasia, aku juga nggak peduli.

Kamu pikir cintaku bego? Emang!          

Kamu baru tahu?

Review : Musuh Bebuyutan Kanya

Judul : Musuh Bebuyutan Kanya
Penulis : RisTee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, April 2012
ISBN : 978-979-22-8304-4

Semester ini benar-benar mimpi buruk bagi Kanya! Naira sudah tidak sekamar lagi dengannya, dan setelah beberapa hari kesepian di kamar, Kanya akhirnya mendapatkan teman baru, Bianca. Sayangnya, kedatangan Bianca malah membuat hidup Kanya berantakan.

Sejak SMP, Kanya tidak pernah akur dengan Bianca. Sikap Bianca yang sok, suka menjahilinya, membuat Kanya naik pitam. Dan kini, setelah bertahun-tahun tak berjumpa, Bianca kembali lagi… Dan Kanya takut akan melewati hari-hari yang sama buruknya seperti saat di SMP dulu.

Review : Remedy


Judul : Remedy
Penulis : Biondy Alfian
Penerbit : Ice Cube Publisher
Cetakan : Pertama, Februari 2015
ISBN : 978-979-91-0818-0

"Lo yang nemuin dompet gue, kan?" tanya Navin.

"Ya," jawabku.

"Berarti lo sudah lihat semua isinya?"

"Ya," jawabku lagi.

"Berarti lo sudah-"

"Melihat kedua KTP-mu?" tanyaku. "Sudah."

Navin menarik napas panjang. Kedua matanya

Review : I For You


Judul : I For You
Penulis : Orizuka
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Pertama, Maret 2012
ISBN : 979-780-554-9

Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku.

Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku.

Review : A Little White Lie


Judul : A Little White Lie
Penulis : Titish A.K.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Ocha benci Adit! Meskipun cowok itu idola cewek satu sekolah, bagi Ocha, Adit nggak lebih dari sekadar perusak image dan pembawa sial. Sejak kenal Adit, Ocha berevolusi jadi cewek cengeng, malu-maluin, suka bohong, dan doyan melet. Pokoknya Ocha benci Adit. Titik.

Tuhan seperti memberikan jalan untuk membalas dendam ketika tanpa sengaja Ocha menemukan apa yang bakal dianggap harta karun oleh cewek-cewek di sekolahnya: nomor handphone Adit, yang katanya susaaaah banget dicari tahu itu.

Review : Dealova


Judul : Dealova
Penulis : Dyan Nuranindya
Penerbit  : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul : Marcel A.W.
Cetakan : Pertama, April 2004
 ISBN : 979-22-0760-0

Karra, cewek tomboi yang jago main basket ini emang beda. Rambutnya nggak cepak seperti kebanyakan cewek tomboi. Tampangnya manis. Terus, anaknya nyantai banget. Tapi kalo udah marah, waaah... bisa gawat...

Beruntung banget deh jadi cewek seperti Karra. Selain punya kakak cowok yang sayang banget sama dia-namanya Iraz-teman-teman Iraz juga care banget sama Karra! Terutama Ibel, cowok jago main gitar yang seneng warna biru. Bahkan waktu harus kuliah ke luar negeri, Iraz malah menitipkan Karra pada Ibel.

Selama ini Karra menganggap Ibel sebagai kakak, jadi dia cuek aja waktu Ibel menunjukkan perhatian. Karra malah ditaksir Dira, anak baru di sekolah yang juga jago main basket. Tampang Dira yang sok cool tapi sengak bikin Karra sebel banget sama cowok itu. Tapi katanya batas antara cinta dan benci kan tipis banget. Iya nggak?


***
Dealova

Novel ini udah pernah dijadiin film, dan film inilah yang pertama kali membuat aku suka dengan Jessica Iskandar. Soal novelnya sendiri, aku baru baca sekarang -__- Tapi agak bingung juga, mau review model gimana. Karena toh, filmnya udah ada..

Yang jelas, novel ini masih bercerita tentang dunia percintaan remaja, cinta segitiga. Dimana tokoh utamanya adalah Karra, cewek tomboy yang jago banget main basket. Karra sendiri digambarkan menjadi sosok adik yang sangat disayangi oleh kakaknya, Iraz. Saking sayangnya, Iraz meminta bantuan sahabatnya yaitu Ibel untuk menjaga Karra saat dia memutuskan ke luar negeri.

Tapi sayang, Ibel yang sering memberikan perhatian lebih, tetap dianggap Karra sebagai kakaknya sendiri. Berbeda denga Dira, anak baru yang juga jago basket nan songong yang malah mampu membuat Karra jatuh hati.

Kalo dibandingkan antara novel ato film-nya, aku lebih milih nonton film aja deh. Karena aku lebih bisa merasa sedikit miris pas nonton film-nya daripada baca novelnya.

Tapi untuk keseluruhan, lumayan sih. Meskipun sebenarnya, udah bejibun kali yaa ide cerita seperti ini. Alurnya juga gak terlalu berat dipahami, bahkan sedikit mudah ditebak. Gaya bahasanya aja kali yaa yang sedikit kaku dan cenderung terlalu melebihkan setting suasananya.

Review : Dylan, I Love You


Judul : Dylan, I Love You!
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 979-223-065-3

Kamu berpikir semua cewek blasteran pasti cantik? Oho... salah besar! Lihat deh Alice. Meski blasteran, hidungnya enggak bangir, dia enggak punya tinggi badan 175 cm, dan dia benci banget jadi setengah bule karena sewaktu kecil selalu diejek... bule kampung!

Tapi hidup Alice berubah total setelah dia ketemu Dylan Siregar, vokalis band Skillful. Cowok itu benar-benar jenis cowok yang adorable, ganteng, terkenal, keren, tajir, low profile, pokoknya sanggup bikin para makhluk cewek klepek-klepek!

Masalahnya, Alice enggak tahu gimana caranya supaya dekat sama Dylan. Cowok itu kan seleb, sementara dia cuma anak SMA biasa. Alice tambah jengkel karena temannya menyarankan dia untuk enggak mengkhayal terlalu muluk tentang Dylan. Memangnya salah ya, kalau kita berkhayal bisa pacaran sama seleb?

Dan emangnya..... seandainya nih, impian itu tercapai, apa jadi pacar Dylan benar-benar seindah yang Alice bayangkan?

***
Setelah baca novel ini koq rasa-rasanya udah pernah aku nonton di TV yaa.. Iya deh, kayaknya udah pernah dijadiin FTV, cuma aku lupa judulnya apa.

Ceritanya sih tentang Alice yang ngefans banget dengan Dylan, vokalis Skillful. Gayung pun bersambut, saat keberuntungan berpihak ke Alice. Dimana Alice berkesempatan satu hari bersama Dylan dari salah satu acara reality show di TV. Berawal dari sini Alice pun dekat dengan Dylan.

Singkat cerita, mereka berdua menjalani hubungan backstreet. Tapi, saat itu pula Alice sering mendapatkan terror. Entah berupa sms dan telepon tak dikenal, surat-surat kaleng, lalu sampai ke percobaan pembunuhan.

Sedikit menyeramkan juga yaa. Tapi cukup disayangkan, bagian menyeramkan itu gak terlalu kuat menyumbang sense di konflik menurutku. Belum lagi pas Alice ditabrak mobil. Aisshh, bosen banget dengan cerita ginian. Soalnya disinetron murahan juga kan banyak ^_^))v

Meskipun begitu, novel teenlit ini cukup baguslah untuk dibaca sama adik-adik remaja. Bahasanya ringan, konfliknya juga gak terlalu berat banget bawannya. Plus, gampang ditebak endingnya gimana.

Review : Cowok Rasa Apel

Judul : Cowok Rasa Apel (PDF)
Penulis : Noel Solitude
Penerbit : Penerbit Spica Solitudia
Ilustrator : Ade Prihatna
Tebal : 190 halaman

“Capek juga jadi pengurus OSIS. Udah mau liburan malah banyak rapat. Makan aja sampai lupa. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Sekarang capek dulu, yang penting liburan nanti pikniknya menyenangkan! We‟ll be going to Bali!”

Kubaca tulisan status di Facebook Erik. Dia baru menulisnya delapan menit yang lalu.
Namanya juga pengurus OSIS, mana ada yang nggak sibuk? Atau minimal sok sibuk lah! Tapi kalau Erik, aku masih percaya dia jadi pengurus OSIS bukan buat cari sensasi. Dia nggak perlu sok keren, karena dia memang udah...

Review : Solmet


Judul : Solmet
Penulis : ReSTee
Penerbit : Penerbit Cinta
Ilustrator : Ade Prihatna
Penyunting : Benny Rhamdani
Design sampul & Isi : Anfevi & Bunga Melati
Layout : Kemas Buku
Cetakan : Pertama, April 2006

Tasya pengen punya soulmate. Syaratnya ada sederet. Tapi yang paling penting, cowok yang bakal menjadi soulmate-nya harus suka sama kucing.

Tasya nganggap cowok yang suka kucing biasanya sangat penyayang, romantis, dan penuh perhatian.

Petualangan Tasya mencari soulmate dihiasi beragam kelucuan. Apalagi, Tasya punya dua sahabat paling konyol di dunia, Cindy dan Nana.

Suatu ketika, Tasya bertemu cowok yang suka banget kucing. Tapi, benarkah cowok itu soulmate yang diimpikannya ? Gimana kalo bukan ?

Yang pasti, Tasya pantang mundur meskipun dua sahabatnya setiap saat selalu berteriak, “Ngapain sih solmat-solmet melulu ? Bosen, tau nggak, sih?!

***
Arti persahabatan. Itulah yang menurutku menjadi inti dalam novel ini.

Tasya, tipikal cewek yang gampang jatuh cinta. Bahkan tak jarang langsung beranggapan bahwa cowok yang dia temui merupakan soulmate-nya. Cindy, cewek yang sedikit galak dan senang dandan. Lalu, ada Nana yang tipikal cewek pintar, rajin, polos, tapi lemot.

Untuk porsi peran mereka dalam novel ini menurutku merata. Tapi, yang paling menonjol kisah menyesakkannya adalah Tasya. Wajar saja sih, karena dia gampang sekali jatuh cinta dan terlalu naif menginginkan soulmate yang  sempurna dalam hidupnya.

Terlebih lagi saat dia berkenalan dengan Rio. Cowok yang lumayan ganteng dan berhasil membuat Tasya jatuh hati kembali setelah dua kali mendapat cowok zonk yang dia kira bakal bisa menjadi soulmate-nya. Tapi ternyata, malah membuatnya merasa sakit hati paling nge-gondok dalam hidupnya.

Solmet ini sendiri menurutku nge-teen banget. Karena kenaifan, kecentilan, kepolosan, kesolidaritasan saat remaja disajikan disini. Bahkan saat bagian berbunga-bunganya Tasya bersama para calon soulmate-nya, menurutku percakapannya sangat lebay dan terlalu nge-gombal. Tapi, bagian itu yang membuat aku sedikit tertawa dan mengingat masa waktu aku seumuran mereka ^_^))v

Oh iya, karena Tasya sangat menyukai kucing. Jadi dalam setiap akhir dalam bab novel ini diberikan beberapa facts mengenai kucing. Lumayan buat nambah pengetahuan dan kebiasaan kucing itu gimana.

Review : Join The Gang


Judul : Join The Gang
Penulis : Ken Terate
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Editor : Donna
Design & Ilustrasi : Yansen Dasuki
ISBN : 979-22-1781-9

Join The Gang! Merupakan novel yang mengangkat kisah empat remaja cowok yang tergabung dalam satu gang dengan berbagai sifat, masalah, dan keinginan terbesar mereka masing-masing.

Edwin : belum pernah punya cewek.
Rahasia : suka bikin puisi, nulis buku harian, sering nangis pas nonton film drama.
Masalah terbesar : naksir Julia, cewek cerdas reports bulletin sekolah. Padahal, harusnya nggak ada yang naksir cowok “lembek” macam dia ?.

Thomas : jenius, bermoral tinggi, anti-nyontek.
Masalah terbesar : kuper
Keinginan terbesar : jadi cowok “normal” yang suka nyontek, berkelahi, nyium cewek, dan punya banyak teman.

Rifai : si bengal yang pintar masak
Masalah terbesar : orangtuanya bermata sipit dan berkulit kuning, sementara dia bermata besar dan berkulit gelap.
Pertanyaan terbesar : apakah keluarganya benar-benar mencintainya ?

Dicky : Don Juan paling cakep di sekolah. Nggak ada cewek yang nggak menggelepar bila melihat tatapan mata dan senyum cool-nya.
Masalah terbesar : kenapa Julia yang biasa banget itu nggak naksir dia ?

***
Jujur saja, novel ini merupakan satu novel second yang aku beli karena iseng karena harganya murah. Tapi setelah baca, yaa sedikit mengecewakan.

Sebenarnya aku suka ceritanya, terutama tokoh Rifai. Cowok yang di depan teman-temannya terlihat garang, jago berkelahi, macho, tapi sebenarnya sangat takut jika suatu saat temannya tahu bahwa dia pintar memasak mie kuetiau di RM 88 milik orangtua angkatnya.

Lalu Edwin yang menyukai Julia. Tapi ada Dicky, sahabatnya yang terkenal playboy yang juga menginginkan Julia. Tentu saja, hanya untuk nambah koleksi pacarnya dan ingin melenyapkan rasa penasaran terhadap Julia saja.

Tapi, font-nya itu loh yang di setiap bab-nya terganti-ganti, begitu juga dengan ukurannya. Agak sangat mengganggu menurutku. Belum lagi, sudut pandang yang suka berubah-ubah. Membuat aku sedikit bingung bahkan mikir, maksud cerita atau percakapannya apa ?. Karena aku tipe pembaca yang gampang bingung, kalo sudut pandang ceritanya diubah-ubah.

Intinya sih, ceritanya bagus cuma untuk aku pribadi cukup membingungkan ^_^))">

Review : Interval


Judul : Interval
Penulis : Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit : Grasindo
Editor : Anin Patrajuangga
Design Cover : Dyndha Hanjani P.
Ilustrator & Penata Isi : Lisa Fajar Riana
ISBN : 978-602-251-868-6
Cetakan : Pertama, Januari 2015

“Erash, Anna, sayang kalian sudah berdua sudah pulang?”. Suara ramah itu milik mama mereka. Keramahan yang seharusnya bukan sesuatu yang aneh apalagi istimewa. Namnun karena yang baru saja mengucapkan adalah nyonya  rumah ini, sepertinya mereka butuh waktu untuk mencerna apa yang terjadi.

“Kalian makan siang dulu, kemudian secepatnya bergabung bersama Mama dan Papa”. Suara Pak Danu Sadjana, papa mereka, terdengar kemudian saat pria berkacamata itu ikut bergabung di ruang depan. “Mas dan Mbak-mbak ini jauh-jauh datang dari Jakarta dan berniat memuat profil keluarga kita di edisi majalah mereka berikutnya,’ lanjutnya, menjawab semua pertanyaan yang ada dibenak putra-putrinya.

***
Hidup dalam keluarga yang tidak memiliki kehangatan, bahkan sekedar bertegur sapa dengan maksud basa-basi di meja makan saat sarapan bersama, siapa yang tahan ?

Itulah salah satu situasi yang diangkat dalam novel ini. Anna, Erash dan orangtuanya, merupakan potret keluarga yang dimana orangtuanya digambarkan sebagai sosok yang egois dan hanya mementingkan pekerjaan. Dengan alasan ingin membahagiakan dan memikirkan masa depan anak mereka.

Bahkan, sempat terlontar kata cerai dan percekcokan hak asuh anak. Dan, kejadian inilah yang menjadi awal kerenggangan antara Anna dan Erash.

Cukup ironis memang, jika memiliki keluarga seperti itu. Tapi satu hal yang saya salut, meskipun hidup dilingkungan keluarga yang sangat memuakkan seperti itu. Anna dan Erash menjadi anak yang berprestasi dibidangnya masing-masing. Iya sih, beberapa bagian juga diceritakan tentang pembakangan yang mereka lakukan, entah di rumah dan di sekolah. Tapi menurutku itu hal yang wajar, dibandingkan memilih jalan ke dunia hitam. -__-))”>

Secara keseluruhan, aku suka ceritanya. Konsep cetak novelnya pun unik. Awalnya mengira aku kebagian mendapat novel cacat cetak, karena pas dibuka terbalik. Tapi ternyata, emang seperti itu. Berhubung karena penulisnya juga dua orang, jadi bagian ceritanya dibedakan dan tentu dengan sudut pandang yang berbeda, Anna dan Erash.

Masalah penulisan, aku nemuin lumayan banyak typo. Tapi menurutku, gak masalah lah selama aku masih bisa pahami kata yang dimaksud apa. Lalu, aku nemuin kosakata baru yang awalnya aku nggak tahu. Bahkan sampai buka KBBI android biar tahu artinya. Lumayanlah, buat nambah khasanah kosakata ^_^))/


Oh iya, untuk tokohnya mungkin hampir aku suka semua. Tapi terkhusus untuk Rifat (sahabat Erash), aku langsung mikirnya ke pemain film Samuel Rizal. 


Botak plontos, tinggi, pemain basket, dan berotot. Tapi gak bisa ngebayangin aja, kalo novelnya dijadiin film dan tokohnya benar pake Samuel Rizal. Apa sifat sok asiknya yang sering memanggil Erash Man” (seperti kata gaul “Yoi Man”) cocok dengannya atau nggak ^_^))v

Review : Mutiara Terpendam


Judul : Mutiara Terpendam
Penulis : Arim KM
Penyunting : Puji Werdianto, S.Si
Layout : Lina Indarti
Cover : Wid NS
Ilustrasi : Eri Andwiatwoni dan Wahyu Wibowo
Penerbit : Mitra Gama Widya
ISBN : 979-507-257-9

Danik, yang baru saja pulang sekolah mendapati Ibunya berkacak pinggang karena tidak sabar memberikan surat untuknya. Setelah Danik membuka suratnya, ternyata isinya adalah ajakan Paman Poko untuk ke Gua Klotok.

Paman Poko sendiri merupakan peneliti dan ilmuwan. Dia bersama rombongan peneliti lainnya yang berasal dari Inggris, Jerman, dan Belanda berencana untuk menyusuri Goa Klotok. Goa yang konon katanya memiliki banyak peninggalan sejarah Kerajaan Wengker.

***
Mutiara Terpendam. Awalnya saya mengira, buku ini adalah petualangan yang menemukan tambang mutiara atau semacamya. Ternyata, salah ! Mutiara terpendam yang dimaksudkan dalam cerita ini adalah Danik dan Chandra, teman yang Danik ajak ke Goa Klotok.

Sungguh menyenangkan memang, membayangkan diri kita sendiri berhasil menemukan sesuatu yang berharga dan berasal dari zaman dulu. Aku waktu semasa SMP sering ngekhayal gitu juga. Tapi lebih ngekhayal nemuin tulang dinosaurus.

Begitu juga dengan Danik. Dialah orang yang pertama kali menemukan lorong menuju patung Dewa Siwa dari Kerajaan Wengker. Jelas, dia pun merasa bangga. Karena sudah menjadi tradisi, bahwa penemu pertama akan diberi ucapan.

Tapi sayang, bukunya tipis banget ! Gak sampe sejam aku udah habiskan >_<))


Satu kata untuk buku ini, MENARIK !.

Review : Yang Giat Takkan Melarat (S. Andriani)


Judul : Yang Giat Takkan Melarat
Penulis : S. Andriani
Penerbit : CV. Wacana Prima
Desain Cover : Rudianto
Ilustrasi : Rudianto
Layout : Dian Herdiana
Cetakan : April 2011
ISBN : 978-979-18562-8-7

Buku ini berkisah tentang seorang anak bernama Atun yang hanya tinggal bersama Ibunya dan kedua adiknya. Akhir-akhir ini dia merenungi nasibnya. Terbersit keinginan yang sangat besar untuk melanjutkan sekolahnya setelah lulus SD. Tapi dia juga merasa keberatan membebani Ibunya dengan biaya sekolahnya nanti.

Disaat perenungan nasibnya tersebut, datanglah usulan Pak Hermawan yang merupakan guru Atun. Beliau menyarankan agar Atun bekerja keras saja. Singkat cerita, muncullah ide Atun untuk berjualan jamu. Kebetulan pula, Pak Tulus yang merupakan penjual jamu sudah pernah menawarinya bekerja ditempatnya.

Atun pun bekerja dengan giat. Hingga sampai, penghasilan dari bekerja pada Pak Tulus yang dia tabung sudah mampu dijadikan modal awal untuk berjualan jamu juga. Keuntungan yang dia dapat pun akhirnya mampu kehidupan finansial keluarganya.

Lalu siapa sangka, saat pengumuman kelulusan, Atun mendapatkan tawaran beasiswa dari Surabaya. Karena dia berhasil membuat kagum Ibu Larasati karena kerja kerasnya membuat usaha jamu beras kencur.

***
Ceritanya sangat sederhana dan aku nemuin beberapa pesan bermanfaat di dalam buku ini. Pesan moral khas buku bacaan anak-anak setingkat Sekolah Dasar. Diantaranya :

Orang hidup harus berani berterus terang
Malu berbicara, kita bisa jadi sengsara. Malu ikhtiar, kita akan lapar.
Siapa yang mau giat, tidak akan melarat. Siapa yang tertib dan teratur akan menjadi makmur.

Tapi sayang, terlalu banyak percakapannya. Sehingga agak membosankan baca dialognya semua. Jadi untuk buku ini, aku pribadi pake metode baca cepat untuk menuntaskannya.

Oh iya, ada satu hal yang membuat aku tergelitik. Dimana saat Atun mengutarakan keinginannya melanjutkan sekolah kepada Ibunya. Tapi Ibunya malah mengatakan bahwa Atun lebih baik mengalah saja, biar kedua adiknya saja yang sekolah. Lagipula Atun juga seorang anak perempuan, sedangkan kedua saudaranya laki-laki.

What ?

Tuh penggalan cerita hampir sama dengan cerita Ibuku. Ibuku sempat mendaftar di perguruan tinggi dan lulus. Tapi, karena waktu itu saudaranya (pamanku) perlu uang untuk mendaftar polisi, jadilah Kakek meminta Ibu untuk menghentikan kuliahnya. Karena alasan yang sama seperti cerita diatas, karena Ibu seorang perempuan.

Semoga saja, di zaman sekarang dah gak ada orangtua yang berpikiran seperti -__-))”>

Lalu, aku sempat tersindir dengan dialog Atun,

Saya selalu mengerjakan tugas malam hari tanpa menunggu besok. Pagi hari saya menerima tugas, malam hari saya kerjakan.

Hihii, sungguh anak yang rajin.. ^_^))/

Aku pribadi kalo ada ngerjain tugas sekolah, pas ada mood atau pas dua atau sehari mendekati deadline pengumpulan tugas.. ^_^))”>

Intinya sih, buku ini mengajarkan kita tentang kerja keras itu gak akan berbuah sia-sia. Terus, yang paling penting pula, jangan lupa dengan Tuhan dan selalulah bersyukur atas apa yang Dia berikan~~ ^_^))

Review : Cinta Itu Indah, Fren!


Judul : Cinta Itu Indah, Fren! (The Twin Oriole)
Penulis : Afifah Afra Amatullah
Editor : Sakti Wibowo
Penata Letak : Beni Hendrawan
Ilustrator : Nurul & Sholeh
Desain Cover : Noviandhi R
Penerbit : Eranovfis
Cetakan : Pertama. Oktober 2004
ISBN : 979-3414-13-x

Ini dia The Twin Oriole, Trisna Syailendra dan Lutfie Rahma Siregar. Mereka adalah kembar terunik di dunia. Kembar yang tidak ada lagi kembar seperti mereka.

Apa sebab? Mereka adalah kembar yang tak serupa, lahir dari Ibu-Ayah yang berbeda. Penampilan, karakter, asal-usul, strata sosial kehidupan juga berbeda. Namun, mereka sama-sama mencintai alam, sama-sama ingin menjadi kepodang yang bebas tinggi menjelajah dunia.

Lantas, bersatulah mereka dalam ikatan persahabatan yang penuh keunikan, karena harus memadukan dua kepribadian : Trisna yang keras kepala, kreatif, bossy, urak-urakan, tomboy, galak, dan ambisius bersama Rahma yang lembut, penuh kedamaian, namun rapuh, cengeng, dan tak punya pendirian.

Tapi bagaimana kalau dua kepodang ini tiba-tiba terjebak dalam konspirasi jahat para “penjahat”?  Yaa… kali ini mereka harus tersesat di kedalaman hutan, mengalami petualangan gila dan berurusan dengan anggota sindikat penjahat luar negeri. Sanggupkah mereka melepaskan diri dari kesulitan ?

***

Dari blurb Cinta Itu Indah, Fren!” dah kelihatan sekali alur ceritanya akan seperti apa. Berceritakan tentang petualangan Trisna dan Rahma.

Awalnya, Trisna sangat tidak menyukai Rahma. Karena menurut Trisna adik kelasnya tersebut merupakan provokator setiap hal yang dia lakukan, bahkan anak kelas menjuluki Rahma trouble maker. Dikarenakan saat masa-masa ospek sekolah dulu, Rahma mengajak semua temannya untuk tidak menghadiri puncak ospek yang diadakan Sabtu malam yang tidak ada gunanya. Alhasil, Trisna dan teman-temannya sesama panitia pun geram. Sampai esok Seninnya, Rahma disekap di ruang OSIS.

Tak hanya berhenti disitu saja, Rahma pun melaporkan hal yang dialaminya di kepala sekolah. Setelah itu, kepala sekolah pun memutuskan menskor Trisna dan teman-temannya yang terlibat. Berlanjutlah masalah, saat Trisna melihat formulir anggota baru pramuka bernamakan Rahma. Padahal semua orang tahu, Pramuka adalah sarang Trisna.

Well, menurutku ini cerita remaja yang klasik. Petualangan yang awalnya menjadi musuh akhirnya menjadi teman, lalu ada aksi penyekapan. Karena sebelumnya, buku cerita Melati di Bukit Sunyi alurnya juga seperti itu. Belum lagi jika mengingat film Petualangan Sherina, alurnya juga gitu lagi kan ?

Tapi dalam buku ini yang disajikan gak hanya konflik dari Trisna dan Rahma saja. Konflik keluarga juga sarat dalam cerita ini. Entah itu konflik keluarga yang dialami Trisna yang broken home, Rahma yang menjadi keluarga tidak dianggap oleh keluarga besarnya, Dion yang merupakan kakak sepupu Rahma yang sering mendapat rasa salah paham oleh Trisna dan teman-temannya karena kedekatannya dengan Rahma, dan Joe si penyekap Trisna dan Rahma.

Buku ini lumayanlah buat pengisi waktu luang. Walaupun menurutku alurnya sangat lambat tapi gak sampe dua jam juga udah selesai ngebacanya. Lalu, untuk pesan moralnya yaitu KELUARGA, PERSAHABATAN, PETUALANGAN, dan KEBERANIAN.

Review : Gas Alam Cair (Sumber Energi Serbaguna dan Bersih)


Judul : Gas Alam Cair (Sumber Energi Serbaguna dan Bersih)
Penulis : Yoseph Polandos
Penerbit : Mitra Gama Widya
Penyunting : Sjamsu Dradjad, S.S
Penata Letak : Lina Indarti
Ilustrasi : Eri Andwiatwoni
Cetakan : Keempat, 2001
ISBN : 979-507-298-6

Mengisahkan pengalaman seorang anak bernama Arwan. Ia mendapat hadiah yang tidak terduga dari kakaknya yang kebetulan bekerja di Jepang, atas keberhasilannya meraih juara kelas.

“Benarkah sekarang kita berada di atas Samudera Pasifik sebelah barat ?” Tanya Arwan seperti tidak percaya.

“Ya. Pulau yang tampak itu Pulau Kyushu. Ini pulaunya,” kata Gunadi seraya menunjuk ke peta.

“Pulau Kyushu. Pulau Kyushu adalah salah satu pulau di Jepang. Jadi, kita sedang dalam perjalanan ke Jepang ?”

“Ya. Kemana lagi ?”

“Aku tidak menyangka bila tujuan perjalanan kita adalah Jepang.”

“Benar kan apa yang Ayah katakan padamu ? Hadiahnya sangat istimewa. Lebih istimewa lagi karena pemberiannya berupa sebuah kejutan,” kata Pak Miswar.

***
Tau LNG nggak ? LNG (Liquified Natural Gas) adalah salah satu sumber daya alam bahan bakar yang ramah lingkungan. 

Terus bedanya dengan LPG apa ?.. 

LNG lebih didominasi oleh metana dan etana, sedangkan LPG lebih didominasi oleh  propane dan butane. Lalu, infrastruktur penyimpanan. LPG system penyimpanannya sederhana, mudah dan ekonomis. Beda dengan LNG yang sitem penyimpanannya kompleks, dan butuh biaya yang mahal. Jadi jangan heran, kalo di Indonesia baru satu perusahaan yang mampu memproduksi LNG.

Jujur aja sih, pas pertama baca buku ini aku gak ngerti istilah LNG. Penjelasan diatas pun aku baru tahu setelah nge-googling. Lumayan, nambah pengetahuan. ^_^))">

Oh iya, buku ini menurutku sedikit berat jika dibaca oleh anak SD. Adikku pun mengakuinya. Tingkat SMP mungkin lebih cocok dengan buku ini. Mungkin karena terlalu banyak angka-angka besaran ukuran, ditambah lagi gambarnya hitam putih aja. Atau, memang si adik yang malas membaca.. 

Tapi kalo aku sendiri, isinya lumayan menarik. Banyak bertebaran istilah beserta artinya di buku ini, dan tentu membahasakannya mudah. Seperti :
  • Cryogenic technology, proses pendinginan gas alam hingga mencapai suhu yang lebih rendah, yaitu minus 196 derajat celcius, sehingga menghasilkan nitrogen cair.
  • Dilipa (Discover Live Pavilion), pusat pengembangan teknologi penggunaan gas alam.
  • Teater dapur, alat canggih yang dibuat dengan kreativitas tinggi. Jika dilihat dari atas seperti wajan dan permukaannya berupa layar TV yang lebar. Kita dapat memasak apapun dengan menekan tombol dengan gambar tertentu. Yang aneh, dari wajan itu keluar aroma masakan yang sesuai dengan jenis yang kita masak.
Belum lagi, deskripsi maupun sejarah berkaitan tempat yang menjadi perjalanan Arwan di Jepang, itu juga dijelaskan.

“Dulu Bandara Osaka terletak di tengah kota. Tapi penduduk merasa terganggu dengan suara bising pesawat. Mereka protes. Pemerintah Jepang memerhatikan protes mereka. Akhirnya diputuskan, Bandara Osaka dibangun di tempat yang jauh dari pemukiman. Nah, laut yang dijadikan tempat pembangunan bandara itu pun ditimbun atau istilahnya direklamasi”
 
Ditambah lagi, informasi teknologi penambangan LNG di Jepang yang Arwan kunjungi juga cukup detail pendeskripsiannya, sekaligus diberikan gambar. Sungguh buku yang menarik.

Review : Melati Di Bukit Sunyi


Judul : Melati di Bukit Sunyi
Penulis : Drs. Eko Wiyono
Penerbit : Cipta Anugerah
Cetakan : 2009
ISBN : 979-9038-10-3

Bukit itu menyimpan banyak misteri mulai dari hal indah bagai permata hingga hal buruk bagai racun.

Bagaimana Dian dan rekannya bisa mengungkap misteri yang terjadi di sebuah bukit ?

Apa hal indah itu dan apa hal buruk yang ditemui di bukit tersebut ?

***
Dian adalah gadis kecil yang cerdas dan pemberani. Terlebih lagi dibidang kepramukaan , Dian selalu aktif dan menjadi teladan bagi teman-temannya yang lain. Jiwa kepemimpinannya serta kemampuannya yang mudah bergaul, membuat dia sangat disenangi.

Suatu hari, dia harus pindah sekolah ke suatu desa di pegunungan, dikarenakan Ayahnya yang sudah memasuki masa pensiun. Dian sangat senang, terlebih lagi suasana pegunungan yang jauh lebih sejuk dibandingkan rumahnya yang dulu di perkotaan.

Tapi sayang, di hari pertama dia bersekolah di sekolah barunya, dia sudah mendapatkan seseorang yang tidak menyukainya, Suminar. Gadis yang sombong karena kekayaan orangtuanya miliki. Namun akhirnya, seiring perjalanan waktu, Dian mampu menyadarkan Sumarni dan mereka pun menjadi sahabat yang akrab.

Suatu ketika, saat selesai kegiatan kepramukaan menjelajahi hutan, Dian dan Suminar mendengar suara orang yang sedang menebang pohon. Penasaranlah mereka mencari tahu, tapi pada akhirnya mereka tersesat karena meninggalkan tenda mereka saat itu.

Sampailah mereka di tempat tinggal Nenek Arini, yang merupakan pencinta lingkungan. Beliau tinggal di hutan tersebut bukan hanya karena pekerjaannya membuat pembibitan tanaman dan menanam bibit tersebut di lahan gundul. Tapi juga karena ingin menjaga kedua makam di hutan tersebut, makam suami dan anaknya.

Perjalan tak sampai disitu saja. Dian dan Suminar pun kembali menemukan rumah terpencil dalam perjalanannya menemukan tenda perkemahan mereka. Rumah kecil yang ternyata pemilik penanam ganja. Dian dan Suminar pun tak sengaja mendengar pembicaraan di dalam rumah tersebut. Saat  diketahui sedang menguping, mereka pun disandera. Tapi untung saja, mereka berhasil melarikan diri. Mereka pun kemudian mengajak teman-temannya yang lain untuk menangkap penanam dan pengedar ganja tersebut.

Diatas merupakan bocoran singkat tentang petualangan Dian dan teman-temannya. Ceritanya sangat ringan, terlebih lagi buku ini memang dikhususkan untuk pembaca anak-anak sekolahan tingkat dasar dan menengah.

Di buku ini, banyak bertebaran tentang hal mengenai dunia kepramukaan. Seperti jenis-jenis ikatan, singkatan tingkatan anggota di Pramuka, dan kegiatan saat perkemahan kegiatan Pramuka dilakukan.

Jujur saja, kalo aku pribadi kurang ngerti. Karena pas SD, aku lebih condong ikut kegiatan tari atau senam dibandingkan Pramuka. 

Tapi menurutku, buku ini baguslah ! Terlebih lagi, pesan moralnya yang tidak hanya tentang persahabatan. Tapi, kita juga diajak untuk mencintai alam sekitar.