Versiku Mengikuti Tes CPNS di Kemenkumham

Karena segala sesuatu : rezeki, jodoh, dan ajal, sudah ada yang mengatur.

Yupz, belum rezeki ku tuk lulus jadi ASN formasi penjaga tahanan yang dibuka Kemenkumham tahun ini. Padahal, berharap tinggi sekali tuk bisa lulus. Terlebih lagi, aku pribadi merasa dimudahkan sih dalam menjalani setiap tes-nya. Tapi ya gitu, mungkin belum rezekinya >_<)!

Mulai dari seleksi berkas, lulus. Lanjut verifikasi berkas dan pengukuran tinggi badan, lulus. Meskipun pas pengukuran tinggi badan sempat ragu, karena desas desus alat ukur digunakan yang kadang kasih hasil berbeda dengan pengukuran yang dilakukan sendiri (aku ukur tinggi badan sendiri pake meteran pakaian).


Lulus tes diatas, lanjut ke tes CAT, lulus. Tapi kembali ada hal kurang mengenakkan, karena kurang minum dan kebanyakan menunggu giliran akhirnya di depan laptop aku mengerjakan tes-nya sambil tahan sakit kepala, kurang konsentrasi.

Oh iya, buat kalian yang nanti berkesempatan melakukan tes CAT, aku ada beberapa tips-nya nih

1. Belajar. Pelajari soal-soal beserta jawaban (pemecahan masalah) CAT beberapa tahun sebelumnya, dan lakukan beberapa simulasi CAT untuk menguji kemampuan dasar yang dimiliki. Kalian bisa menggunakan buku khusus atau searching soal-soal CAT di internet.

2. Sehari sebelumnya, cek kelengkapan ujian (kartu peserta dan identitas diri). Gak usah bawa pulpen dengan alasan buat coret-coret cari jawaban karena nanti disediakan.

3. Sebelum ujian pastikan sudah makan dan ngemil permen deh. Karena, otak juga butuh asupan pas dipake mikir. 

4. Pahami system penilaiannya. Tes CAT bagian TWK dan TIU, jika jawaban Benar = 5, Salah = 0. Nah, dengan system penilaian seperti itu, lebih bagus tuk jangan mengosongkan jawaban kalian, toh salah menjawab nilainya gak dikurangi koq. Malah, siapa tahu jawabnya asal tapi ternyata benar, lumayan tambah 5 poin. Beda dengan yang TKD yang nilainya berbeda-beda (antara 1~5).

5. Berdoa guys !

6. Jangan terlalu lama berkutat dengan soal yang tidak kamu pahami. Langsunglah beralih ke soal lain yang mudah dan kamu tahu jawabannya. Jika soal yang mudah sudah terjawab, barulah menjawab soal yang kalian langkahi.

7. Untuk soal wacana (karena paragraph-nya panjang-panjang), langsung baca soalnya saja.

8. Jika sudah selesai tapi waktu mengerjakan soal masih sisa banyak. Coba deh tuk cek satu per-satu soal yang sudah kamu jawab. Siapa tahu, ada soal yang tadinya kamu pikir sudah klik jawabannya C ternyata yang muncul jawabannya D.

Itu tips dari aku dan membantu banget, terlebih nomor 6, 7, dan 8. Karena pas belajar dan simulasi, model soal yang aku kerjakan singkat-singkat. Tapi pas tes, naudzubillah ! soalnya banyak juga yang panjang (berupa wacana), dan soal yang model begini yang langsung aku Skip.

Lulus tes CAT, lanjut ke Samapta. Kalau gak salah ingat, jeda dengan tes sebelumnya itu sebulanan lebih, jadi cukuplah digunakan buat latihan fisik. Jadi, latihan lari, push-up, sit up, dan chinning tiap hari (kalau lagi pasang mood rajin), kebanyakan sih berjeda sehari atau dua hari. Nah, tes-nya itu di Mako Brimob Sulsel. Kesannya, karena ada item dengan sentuhan modifikasi ala-ala yang aku gunakan.

Jadi, ceritanya ortu itu sudah ke pasar cari baju putih polos tapi tidak ketemu. Aku cek lemari, ternyata ada dua buah kaos putih tapi bergambar hasil ikut kuis berhadiah yang tidak pernah aku pakai.

Aku bilang, “Ini baju tidak bisa dimodifikasi kah ?. Digunting gambarnya, terus ditutup sama kain putih kaos satunya ?”.

Bapak jawab, “Bisa ! Itu kerjaan Bapak dulu kalau rombak baju. Gampang !”.

Hari itu juga, proses modifikasi bajunya dimulai deh. Jahitannya dibuka dengan silet, gambar dikaos digunting sama halnya dengan kaos satunya, dijahit, dicuci, disetrika, dan baju putih polos Rp 0,- nya selesai deh ^_^)”>

Oh iya, tes samapta ku itu hasilnya kurang memuaskan, karena nilainya cuma 50,88 dan masuk kategori KURANG. Menyesal sih, karena tidak memaksimalkan diri. Meminjam istilahnya si Bapak, aku itu ugal-ugalan !.

Selesai samapta nih
Foto bertiga, dua yang lainnya lulus :)
Selesai samapta, lanjut tes wawancara. Kalau tes ini, diadakannya di Kanwil Sulsel, berseberangan dengan Mako Brimob Sulsel tempat samapta kemarin. Diawali dengan tes pengamatan fisik yang tujuannya melihat bekas tindik dan tato. Lumayan malu, karena harus buka baju (hanya sisa dalaman). Gugup ? Iya, tapi cuma bertahan sebelum wawancaranya mulai. Saat sudah duduk di depan pewawancara dan sekali tarik-hembuskan nafas, wawancara berjalan lancar. Hasilnya, aku dapat nilai 87,60.

Lalu, saat semua tes selesai. Tibalah pengumuman akhir yang jadwalnya 9 November 2017. Tapi karena sudah biasa dengan pola pengumuman panitia yang pakai waktu karet, makanya aku rencananya baca pengumuman pas hari esoknya.

Jumat pagi, dering hape Nokia bervolume full Ibu berbunyi saat aku sedang menyapu dapur.

Ibu : “Halo..”
Bibi Idha : “Kau Ophie ? Lulus ko !”
Ibu : “Alhamdulillah, ini Ophie eh.” (kata Ibu berjalan sambil menyodorkan hapenya).
Me : “Halo, lulus ka’ Bibi Idha ? Ada mhe pengumumanku kah ?”
Bibi Idha : “Iyo, belum ko cek kah ? Diurutan 98 ko. Ekhy (sepupu yang juga ikut mendaftar) diurutan 310.”
Me : “Belum pi ku cek, online ka’ pale’ dulu..”

Sembari mengoneksikan jaringan via modem ke laptop, aku sedikit berpikir. Wait, peringkat 98 padahal kuota wanita yang diterima 91 orang. Yah, berarti aku  tidak lulus ?. Tapi, tetap dalam mode positif thinking, ya mungkin ada kebijakan baru kuotanya ditambahkan, makanya aku lulus.

Setelah beberapa waktu mengunduh, aku buka file-nya.


Memang betul, aku peringkat 98. Tapi, kolom “Keterangan” tidak ada “L” (lulus). Nah, benar kan ? Gak lulus >_<)”!

Me : “Halo, Bibi Idha, ndak luluska !”
Bibi Idha : “Masa tidak lulusko. Ku cek tadi ada namamu.”
Me :” Iyee, ada. Tapi tidak dibaca yang kolom paling ujung, tidak ada huruf L dinamaku. Tidak luluska’ artinya Bibi Idha.”
Bibi Idha : “Oh iyo pale, ku kira lulusko.”

Aissh, seperti diataslah gambaran percakapan seberapa excited-nya Bibi ku menginformasikan hasil tes CPNS-ku yang salah. Kalau aku ingat, rasanya tadi pagi tuh kayak kecewa teriris-iris, tapi mengingatnya lagi saat menulis postingan ini yaa pengen ketawa.

Tapi, ya sudahlah.

Mungkin belum rezekinya !

Mungkin belum jodoh sama kerjaan ini !

Mungkin Tuhan ada jalan terbaik yang lain buatku !

2 comments

Lusi 4 Januari 2018 10.33

Ah dirimu keren. Meski tidak lulus, tetap mau berbagi cara tesnya. Tetap semangat ya, kan masih muda, bisa ikut tes lagi, belum kena batas usia.

Sofhy Haisyah 19 September 2018 20.25

Hihii, makasih mbak.. Iyaa, pantang menyerah! :)

Posting Komentar

Terimakasih sudah meninggalkan komentar di BlogKuJie ^^