Senin pagi ke-tiga bulan Ramadhan.. Lagi-lagi waktu Ramadhan
tidak terasa akan selesai dan dirayakan dengan Idul Fitri. And, lagi-lagi waktu
berlalu tanpa arti apa-apa, karena skripsi pun belum ada awalannya sama sekali.
#EhCurcol
Oh iya, kali ini postinganku rada-rada absurd, aneh, dan nggak penting.
So, buat kalian yang kebetulan terdampar di postingan ini, yaa mohon maaf aja sudah menghabiskan beberapa menit di hidup kalian untuk membaca postingan gak jelas ini ^_^))”>
Postingan ini sendiri, sebenarnya cuma cerita tentang
Oh iya, kali ini postinganku rada-rada absurd, aneh, dan nggak penting.
So, buat kalian yang kebetulan terdampar di postingan ini, yaa mohon maaf aja sudah menghabiskan beberapa menit di hidup kalian untuk membaca postingan gak jelas ini ^_^))”>
Postingan ini sendiri, sebenarnya cuma cerita tentang
Aku belajar pake dompet lagi
Sebenarnya, dari dulu sudah kenal sama benda yang satu ini.
Tapi, yaa gitu deh.
Sedikit cerita nih, waktu SMP aku punya dompet Barbie,
karena aku bukan tipikal anak yang diberi uang jajan banyak dan sedikit malas
menabung (dulunya). Maka, dompet Barbie tersebut hanya aku isi dengan foto-foto
tokoh anime Naruto ukuran dompet yang aku beli dari temanku. Lalu akhirnya,
dompet itu hilang entah dimana, plus beserta foto-fotonya.
Kedua, aku kenal dompet lagi pas masuk kuliah. Dompetnya
berwarna merah terus motif-motif bunga sakura gitu, pemberian dari Paman-ku
yang baru pulang dari Jepang. Dompet yang satu ini gak bertahan lama. Mungkin
gak cukup seminggu, dompet ini hancur karena terbakar (begitu juga dengan
isinya). Hal itu dikarenakan, keteledoran aku yang dimana malam itu dikost lagi
mati lampu berjam-jam. Nah, karena aku gak bisa tidur dalam gelap jadi aku nyalain lilin, tapi wadahnya dari plastik dan aku taruh di
atas galon yang dimana sebelumnya ada dompet tersebut.
Alhasil, ditengah malam
yang nyenyak tersebut, hidungku kayak nyium asap gitu, dan dapat ditebak api
ketemu plastik dan kain, terbakarlah !. Untung apinya kecil, tapi air galonku
menguap dan membuat kamarku penuh dengan air. Jadilah, aku ngepel kamar tengah malam dengan kondisi gelap gulita. Lebih pedihnya lagi, dompet dari
Jepang dan isinya yang lumayan bisa beli 4 buah novel, hangus -___-
Yaa, jujur aja sih, aku memang tipikal orang yang teledor.
Saking teledornya, aku pernah hilangin KTP elektrik aku, pernah hilangin FD
Ibunya pacarku, pernah ngejatuhin Hp di got, dan masih banyak keteledoran
lainnya. Bahkan, waktu aku periksa mata di RS, bukan aku loh yang pegang kartu
BPJS aku sendiri, tapi Bapakku. Yaelah, saking gak percayanya sama anak
>__<
Nah, hingga suatu ketika aku pun memutuskan punya kartu ATM
sendiri, dan bukan Ibu lagi yang turun tangan memperingatkan aku harus
menyimpannya seperti apa dan berhenti teledor, melainkan Bapakku.
Oleh karenanya, sekian banyak dompet yang Ibu punya, aku
diharuskan memilih satu dan wajib pakai mulai saat ini. Inilah penampakan
dompet tersebut.
![]() |
pamer banget, padahal cuma Rp 15.500 tuh ^_^))v |
Masih keliatan dompet emak-emak banget, tapi yaa sudahlah, ini
masih mendingan dibandingkan dompet Ibu yang lainnya. Lagipula, jika tidak
dikasih ultimatum sama Bapak, mana mau aku pake dompet beginian.
Tapi yaa sudahlah, semoga belajarnya aku pake dompet lagi.
Sifat teledor aku, apalagi yang berhubungan dengan menyimpan kartu-kartu
penting akan hilang. Semoga~~
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah meninggalkan komentar di BlogKuJie ^^